Sejarah Desa Malanngan
Malangan adalah merupakan Pemerintah desa yang terdiri 4 Dusun, 7 Dukuh, 9 Rukun Warga (RW) 20 Rukun Tetangga (RT) terletak di wilayah kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Indonesia. Luas wilayah 315.1280 Ha jumlah penduduk 4778 jiwa/orang.
Batas wilayah
Sebelah Utara : Desa ''http://Dalangan-sukoharjo.desa.id/'' Kecamatan Tawangsari dan Desa ''http://id.wikipedia.org/wiki/Lengking,_Bulu,_Sukoharjo'' Kecamatan Bulu
Sebelah Timur : Desa ''http://id.wikipedia.org/wiki/Ngasinan,_Bulu,_Sukoharjo'' Kecamatan Bulu
Sebelah Selatan : Desa ''http://id.wikipedia.org/wiki/Puron,_Bulu,_Sukoharjo'' Kecamatan Bulu
Sebelah Barat : Desa ''http://id.wikipedia.org/wiki/Lorog,_Tawangsari,_Sukoharjo'' Kecamatan Tawangsari dan Desa ''http://id.wikipedia.org/wiki/Kateguhan,_Bulu,_Sukoharjo'' Kecamatan Tawangsari
Pemerintah Malangan Desa Malangan dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang dipilih langsung oleh masyarakat. Dalam melaksanakan tugas sehari-hari dibantu oleh Perangkat Desa yang terdiri dari seorang Sekretaris Desa, 3 Kepala Urusan, 3 Kepala Seksi dan 4 Kepala Dusun.
Wilayah Desa Malangan dibagi 4 Dusun yaitu
Dusun 1 yaitu ''Dusun Malangan'' yang terdiri dari ''Dukuh Malangan'' (2 RW 5 RT) dan ''Dukuh Mranggen'' (1 RW, 2 RT);
Dusun 2 yaitu ''Dusun Gatak'' yang terdiri dari ''Dukuh Gatak'' (1 RW 2 RT) dan ''Dukuh Pundungsari'' (1 RW 2 RT);
Dusun 3 yaitu ''Dusun Gunungsudo'' yang terdiri dari ''Dukuh Ngoro-oro'' (1 RW 2 RT) dan ''Dukuh Gunungsudo'' (1 RW 3 RT);
Dusun 4 yaitu ''Dusun Gunungan'' yang terdiri dari ''Dukuh Gunungan'' (2 RW 4 RT).
Desa Malangan terdiri dari 7 Dukuh yaitu
# Malangan
# Mranggen
# Gatak=(''Kedunggupit'')
# Pundungsari=(''Badran'')
# Ngoro-oro
# Gunungsudo
# Gunungan
'''Sejarah Pergantian Pinpinan Desa''' (Kepala Desa/Lurah Desa Malangan)
# Lurah Singopawiro (pada jaman Kerajaan Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Raja Pakubuana X = PB X) =meninggal diganti demang
# Demang Jagawikrama =utusan kerajaan
# Lurah Harjo Suwito al Sadir (Lurah Koco /seorang bekel/= panggilan pada jaman pemerintahan Jepang)s.d 1944; (turun jabatan karena di demo oleh warga sehingga terjadi pilihan warga memakai biting saatitu calon ada 2 Harjo Suwiryo dan Kromo sidul dimenangkan Bp Harjo suwiryo)
Per Mediung = Harjo suwiryo (PNI)xkromo sidul (Pokoso=komunis) saat iti sempat Kepala desa di tahan oleh kel kom ke di Onder = Camat Bulu tapi saat itu ada seorang teman kepala membantu sehingga tidak ditahan, ketika negara sdh tentram jabatan kepala desa kembali ke Bp Harjo suwiryo
# Kepala Desa Harjo Suwiryo = Harjosoewiryo al Kasiman (1946 s.d 1988)
# Lurah Subari = Subari Pratondho(1988 s.d 2006)
# Kepala Desa Maryatno, SE. (2006 s.d 2022)
# Penjabat Kepala Desa Tri Budi Setyawan, S.IP., MM. (2022)
# Kepala Desa Tukijo, SE. (2022 s.d sekarang)
MALANGAN berasal dari kata MALANG (bahasa jawa) berakhiran AN,
MALANGAN=(Macan mati malang ono ing tengah dalan sing ngewuh-ewuhi uwong mlaku)
Jaman dahulu Desa Malangan merupakan wilayah hutan belantara, di jaman kerajaan ada orang pintar (Kyai Singomulangjoyo, Kyai Singolodro dan Kyai Jiman) sedang berjalan menemukan seekor macan (jaman dahulu macan=harimau=singa) yang melintang (jawa=Malang) di tengah jalan dalam keadaan mati kena panah pemburu, oleh orang tersebut jika bangkai macan yang nasibnya malang (nasib yang kurang baik) tidak disingkirkan akan menghalang-halangi (jawa = ngalang-alangi) orang yang akan lewat/berjalan, secara bersama-sama bangkai disingkirkan untuk dikuburkan, maka desa tersebut kemudian dinamakan desa Malangan (menyingkirkan barang yang melintan secara bersama-sama), orang-orang tersebut akhirnya menetap dan nama Malangan dipakai sampai saat ini.
Kata Malangan bersal dari bahasa jawa yaitu dari kata Malang berakiran an, malang merupakan kata sifat yang tidak baik
Malangan bisa diartikan menyingkirkan hal-hal yang buruk/tidak baik secara bersama-sama.
Ky Singomulangjoyo= jaman belanda/jepang (keamanan) di RT 2/2 (Mbah Narto)
Ky Singolodro = pemimpin di RT 3/2 (Mbah Gito)
Jiman = penguasa wilayah (naluri adat wayang) – alusan-jawa RT 3/2 (Mbah Gito)
Kasan Suhodo –orang menempati rmh di ling pekarangan Bp Hardi Riyanto
Karyo Busono-menempati sekitar RT 2/1 sekitar r Parjo wyn
SOIJOYO –DUKUN BAYI –BERTEMPAT DI BARAT MASJID Barokah Malangan
Soguno-(saudara Singopawiro) tempat di Dkh Gatak di sekitar Masjid RT ¼
Lurah Singopawiro = jaman kerajan SAUDARA MUDA SOIJOYO
Komplet = rajangan tanah
Ricikan tanah diukur dengan ratai dari kerajaan MAJAPAHIT
Jaman bumi gawe
Onder=kecamatan
Plekeran=rumahsakit
MRANGGEN =(mesanggarah sak nggen-nggen)
Teliksambi(nama orang) yang lari dari deso malangan yang sat itu warga selalu cekcok nepi/topo /mesanggrah di bawah pohon sambi
GATAK = Getek = alat penyeberangan Ki Joko Tingkir yang ditinggal didaerah tersebut
KRANGGAN=PANGGONAN SING KANGGO PERANG WONG SING RA KELEGAN
KEDUNGGUPIT = ONO UWONG SING DI BURU MLAYU SOKO KRANGGAN DELIK ONO ING KEDUNG
JIPANG = panggonan perang adu aji kasekten
PUNDUNGSARI = PUNDUNG(=bentuk tanah yang berbentuk gunung kecil) + SARI (=sebutan orang pertama kali yang menempati)
Mbah PANDANSARI = mbah SARI bertapa di tempat tanah yang mundung numpuk duwur sehingga dinamakan PUNDUNGSARI
BADRAN = MBAH BARIS badran anyar
KEDUNGSUDO=
AMATYANI=KYAI SENGARI mertopo
MBAH SUDO YANG LELONO ONO SAK NGISOR WIT SUDO ETANE ONO KEDUNG = KEDUNG SUDO = GUNUNGSUDO
NGORO-ORO = PUNDUNGSARI NGORO-ORO mbah kyai Sari sing ingon-ingon kebo sengoro sing di engon ono kono
GUNUNGAN = terdidi dari beberapa nama gunung
MARGO EWUH = BINGUNG SIANG AREP GAWE DALAN
TOMPAK = SENENG DI OMPAK=BOMBONG
GUNUNG EMAS = SERING ORANG MENEMUKAN EMAS (DIATAS GUNUNG YG PALING TINGGI)
ALAS KETHU = ONO WATU SING KOYO KETHU
ALAS AMBEN = ADA BATU YANG BERBENTUK AMBEN (GUNUNG SEBELAH BARAT)
Demang